Pengorbanan dan kebahagiaan cinta

Setiap perjalanan hidup selalu tak pernah lepas dari bimbingan sang cinta.Karena cinta merupakan esensi dari hakekat manusia dan kehidupan itu sendiri.Keselarasan dan rusaknya dunia seringkali disebabkan oleh cinta.Namun cinta yang tulus suci selalu membawa untuk memelihara dunia dalam kedamaian abadi.

Cinta yang tulus adalah suatu cinta yang bebas dari api pengharapan tersembunyi.Karena ia sangat tak mengenal ruang dan waktu.Dengan berada jauh dari orang yang dicintai,orang yang mencintai akan belajar lebih untuk manghargai kekasihnya.“Cinta tidak akan mengenal kedalamannya sendiri sampai melewati saat perpisahan.” Pada saat terjadi perpisahan itulah,cinta akan menjelma menjadi “kerinduan”.Inilah yang akan mengilhami penyatuan ke masa depan dan menguji untuk mengetahui apakah ia benar-benar mencintai.

Terkadang cinta lebih kuat dari pada kematian. Karena kematian bukan dan tidak untuk memisahkan orang yang mencintai dari orang yang dicintai.Dan kematian bukanlah perjalanan terakhir dari permasalahan cinta,karena cinta menyangkut hubungan kesaling percayaan dan kesetiaan yang tidak bisa dirusak sekalipun oleh kematian.Bila cinta yang didasari pamrih atau ancaman,maka cinta akan menjadi sia-sia dan keberadaan cinta yang demikian itu tidak ada jaminan bagi nilai dari perbuatan cinta karena semua terlahir dari ego dan kecemasan.Bagi orang yang percaya akan cinta,selalu menekankan peran yang dimainkan Tuhan untuk menjaga ikatan dimana pasangan pemilik cinta tersebut.Cinta akan lebh kuat dari kematian karena cinta merupakan anugerah terindah dari Tuhan dan Tuhan selalu abadi.

Cinta adalah suatu kekuatan yang tanpa batas,karena hanya dengan cinta kita akan membangun kesadaran dimana perasaan yang secara bermakna dikaitkan dengan jiwa kemanusiaannya melalui ikatan suci.Sehingga keberadaan cinta dalam hal ini menjadi pembimbing dan penuntun kesadaran kita dalam tindakan moral.Cinta perlu disucikan,dibasuh dengan air mata. Karena cinta yang dibersihkan oleh air mata,akan murni dan indah selamanya.Saat kita mencintai maka pasti ada pengorbanan diri,dan telah menerima kesusahan,kesempitan waktu,dan kekurangan dari orang yang kita cintai.Cinta akan menghadiahkan tanggung jawab yang akan membuat kita semakin dewasa dan bijaksana.Memang cinta harus dibasuh dengan air mata,namun semua itu merupakan air mata kesusahan yang membahagiakan.Bagaimana dengan anda? Dan tahukah anda Kekuatan apakah yang sesungguhnya berada dibalik cinta?

Seekor ayam betina akan tetap melipat sayapnya bila ia sendirian,dengan santainya mencari makan.Ia tidak akan tegar dihadapan seorang anak kecil yang lemah sekalipun.Berbeda bila ia punya & sedang bersama anak-anaknya,cinta mengambil peranan disana.Sayap yang tadinya dilipat,akan ia bentangkan tanda waspada untuk membela anak-anaknya dari serangan bahaya.Yang tadinya ia menghindari kemungkinan adanya bahaya,sekarang dengan berani dia akan menyerang apa saja yang mengancam keselamatan anak-anaknya.Itulah…”CINTA” yang mengubah ayam betina menjadi seekor hewan yang sangat berani.

“Cinta adalah keseimbangan antara kesediaan untuk memberi dan menerima.”Bukan meminta apalagi menuntut,karena yang seperti itu adalah jenis Cinta Omong Kosong,Cinta yang selalu mandahulukan permintaan atau menuntut rasa memiliki tanpa memikirkan kebahagiaan orang yang dicintainya adalah cinta yang diukur dari apa yang dirasakannya sendiri,cinta yang dipaksakan,cinta yang tidak membebaskan orang yang dicintainya memilih dan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya dan tidak mempertimbangkan beban serta penderitaan yang ditanggung oleh yang dicintainya.Layaknya seorang tiran yang yang memperbudak wanita demi hasrat nafsunya,tanpa belas kasihan.Karena seorang tiran tidak akan pernah bertanya,”apakah kamu bahagia bersamaku?”.Yang dia katakan adalah,”Aku tidak butuh cintamu,hatimu,yang aku butuhkan hanya kau selalu bersamaku memenuhi apa yang aku inginkan,terserah hati dan cintamu kau berikan pada siapa.Aku tidak akan mentelantarkan dirimu,kupenuhi semua kebutuhanmu.” Yang terpenting untuk seorang tiran adalah bagaimanapun caranya harus dapat memiliki wanita yang dingainkanya.

Berbeda dengan seorang yang religius,yang menempatkan cinta sebagai bentuk peyerahan diri total pada sang kekasih, tanpa dalih,tanpa keluh.Cinta seperti ini telah melampaui cinta yang berorientasi “tubuh”,pemujaan akal dan rasa. Orang yang menganut falsafah ini selalu merasa bebas menari di semesta nilai dan alam kesadaran yang tanpa batas. Tanpa harus terganggu oleh batas ediologi,agama,ras,dan sebagainya.Karena cinta ini merangkul semuanya.Cinta ini mampu membangunkan energi yang tertidur,membebaskan daya kekuatan yang dirantai belenggu.Apabila orang yang dicintainya tidak merasakan kebahagiaan bersamanya,dia akan sedih.Dia akan berkata pada orang yang dicintainya,“Apa yang bisa aku berikan untuk membuatmu bahagia?” bila engkau mencintai orang lain dan engkau merasa lebih bahagia bersamanya,aku akan berikan dia padamu,hiduplah bersamanya reguklah kebahagiaan itu sepenuhnya,restuku akan selalu menyerta.”Keikhlasan hatiku akan menguatkan aku,karena Kebahagiaanku yang sesungguhnya adalah bisa melihat dirimu bahagia seutuhnya .

Langgeng atau fananya sebuah cinta tergantung dari landasan apa yang menjadi sandaran cinta itu sendiri.Tentu saja semakin kokoh sandaran itu maka semakin kokoh dan langgeng pula cinta itu bersemayam dalam kalbu.Banyak sekali manusia yang tak ubahnya seperti laron yang mengejar cahaya lalu mati sebelum atau sesudah menyentuhnya Karena landasan mereka bukan kasih sayang yang tulus dan akhlas.

Apabila sederet ambisi kekuasaan atau tuntutan balas budi yang dipandang sebagai kebahagiaan,maka kita harus bersiap untuk dikecewakan karena setiap saat bahkan dalam hitungan detik semuanya akan terenggut dari tangan dengan sangat kejam oleh kekuatan semesta yang bernama waktu.Bila cinta disandarkan pada kacantikan fisik semata atau materi,maka kita tidak akan pernah merasa bahagia,karena semua akan segera tunduk pada jagal sang waktu.Bila cinta disandarkan pada yang mengendalikan putaran sang waktu itu,maka yakinlah bahwa cinta akan kokoh,cinta akan sejati.

Pecinta sejati akan menyadari bahwa cinta adalah keinginan untuk berbagi ”kebersamaan”.Maka disini Ego adalah musuh cinta,jadi sewajarnyalah pecinta sejati adalah mereka yang sanggup membakar egonya dan menyemai “kebersamaan”.Dengan cinta orang bisa berkomunikasi,dan hasilnya hanya cinta yang tulus dan ikhlas yang bisa dijadikan sandaran memperjuangkan perdamaian.Dengan cinta orang tidak akan pernah tega mengeksploitasi atau mengorbankan orang yang dicintainya,hanya karena menuruti kepentingan egonya yang tak pernah ada ujung habisnya.

“Jangan pernah mengira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun.Cinta adalah kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak pernah ada,cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan bulan, tahun, bahkan abad.”( kahlil Gibran )

Demikian itulah cinta sejati,cinta yang tulus dan ikhlas.Cinta yang murni sesungguhnya adalah melakukan pengorbanan apapun untuk kebahagiaan orang yang dicintai.Cinta yang tidak egois,karena mencintai berarti merasa bahagia bisa memberikan dan menerima secara lahir batin sesuai dengan status cintanya sebagai orang tua,anak,saudara,sahabat,kekasih dan sebagainya serta mengupayakan kebahagiaan orang yang dicintainya tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s